Presiden Prabowo Habiskan Malam Tahun Baru di Pengungsian Tapanuli Selatan

Presiden Prabowo Habiskan Malam Tahun Baru di Pengungsian Tapanuli Selatan

beritaku24 — Malam itu dingin. Gelap. Di tenda-tenda darurat yang berdiri di lapangan terbuka, warga masih berjaga. Sebagian duduk. Ada juga yang hanya terbaring.

Presiden Prabowo datang. Tidak pakai seremoni. Langsung masuk ke area pengungsian.

Ia jalan pelan, menyalami warga satu per satu. Tak banyak bicara. Tapi cukup bagi pengungsi tahu: mereka tak sendirian.

Tak Ada Kembang Api

Ini bukan malam tahun baru yang biasa.

Tak terdengar suara terompet. Tak ada pesta. Tak juga perayaan yang meriah.

Tapi malam itu tetap penuh makna. Presiden memilih duduk bersama warga yang kehilangan rumah, bukan hadir di panggung hiburan.

Ia dengarkan cerita. Tentang logistik yang kurang. Tenda bocor. Air bersih yang masih susah.

“Kami Tidak Akan Tinggal Diam”

Beberapa jam berada di lokasi, Prabowo sampaikan pesan singkat. Ia tahu tak perlu pidato panjang.

“Kami tidak akan tinggal diam,” ucapnya.

Pemerintah, lanjutnya, akan pastikan semua kebutuhan dasar tercukupi. Proses pemulihan harus cepat.

Bantuan Terus Di salurkan

Sampai hari ini, distribusi bantuan masih berlangsung. Dapur umum jalan. Layanan medis di buka 24 jam. Pemerintah pusat dan daerah terus koordinasi.

Pendataan kerusakan belum rampung. Tapi sudah di mulai. Ini penting untuk menentukan langkah selanjutnya. Untuk jangka panjang.

Negara Tidak Absen

Bagi sebagian warga, kehadiran Presiden malam itu cukup jadi penguat. Setidaknya, mereka merasa di lihat.

Dan untuk negara, itu bentuk tanggung jawab. Bukan simbol. Bukan pencitraan.

Tahun baru tak di rayakan. Tapi negara hadir. Itu yang jadi penting.