Pria Tewas Terbungkus Plastik di Bandar Lampung, Polisi Masih Bongkar Tabirnya

Pria Tewas Terbungkus Plastik di Bandar Lampung, Polisi Masih Bongkar Tabirnya

beritaku24.com — Kamis pagi itu tak ada yang menyangka bau busuk yang menyelinap dari sudut permukiman jadi awal dari penemuan mengerikan. Seorang pria, tak bernyawa, dibungkus plastik. Tubuhnya tergeletak di lokasi yang masih masuk kawasan rumah warga. Lengkap dengan aroma kematian yang menggantung di udara.

Warga sekitar yang curiga melapor. Polisi datang. Lalu sunyi berubah jadi geger.

Pihak Polresta Bandar Lampung langsung turun tangan. TKP di pasang garis kuning. Petugas identifikasi mulai bekerja: foto, catat, kumpulkan. Prosedural, tapi jelas mereka juga tampak waspada. Karena yang mereka hadapi bukan sekadar mayat. Tapi tanda tanya besar.

Siapa korban ini? Kenapa bisa mati begitu? Siapa yang membungkusnya dengan plastik?

Pertanyaan-pertanyaan itu menggantung di antara suara klik kamera dan bau menyengat.

Hingga kini, polisi belum merilis nama. Usia di perkirakan dewasa. Tapi identitas lengkap belum bisa di tegaskan. Mereka sedang cocokkan sidik jari. Lacak data. Termasuk—jika perlu—tes DNA.

Satu yang pasti: kematiannya tidak wajar.

Beberapa saksi sudah di mintai keterangan. Ada yang bilang korban memang sudah tak terlihat sejak beberapa hari lalu. Ada pula yang mengaku mencium bau sejak dua hari sebelumnya, tapi tak curiga. Baru ketika baunya makin kuat, warga mulai bertanya-tanya.

Lokasi penemuan? Masih di dalam area permukiman. Tapi cukup tersembunyi. Bukan tempat yang biasa di lalui orang. Seolah jenazah itu “di simpan” di situ. Sengaja.

Kapolresta belum banyak bicara. Tapi ia memastikan penyelidikan berjalan intensif. Ada dugaan kuat bahwa ini bukan kematian biasa. Polisi mengarahkan atensi ke dugaan tindak pidana.

Rekaman CCTV di sekitar lokasi juga sedang di telisik. Termasuk kemungkinan korban di buang atau di bawa ke lokasi itu.

Tim medis forensik sudah ambil alih jenazah. Visum tengah di lakukan. Hasilnya akan jadi kunci: apakah korban tewas karena kekerasan, di racun, atau penyebab lain.

Sementara itu, warga sekitar masih di hantui tanya. Rasa aman di lingkungan mereka mendadak hilang. Banyak yang gelisah, takut, bahkan mulai mengait-ngaitkan dengan kejadian-kejadian mencurigakan sebelumnya.

Beberapa berharap polisi cepat bicara terbuka soal penyebab pasti. Karena ketakutan yang tak di jelaskan hanya akan tumbuh liar.

Satu hal yang jelas dari pihak berwajib: jika ada yang terlibat—siapapun itu—mereka akan di bawa ke proses hukum.

Sekarang, semua menunggu. Hasil visum. Penelusuran saksi. Bukti-bukti yang mungkin muncul dari CCTV.

Satu tubuh yang terbungkus plastik itu menyisakan lebih dari sekadar misteri. Ia menyimpan cerita. Entah cerita kriminal, atau tragedi personal yang rumit. Polisi masih menggali. Kita semua menunggu.