AMSI Kepri Bahas Tantangan Media Online di Tengah Gempuran AI

AMSI Kepri Bahas Tantangan Media Online di Tengah Gempuran AI

Konferensi AMSI Kepri di Tanjungpinang belum lama ini jadi ajang diskusi soal dunia media yang terus berubah, khususnya sejak kecerdasan buatan mulai ramai di bicarakan. Fokusnya bukan cuma soal teknologi, tapi juga gimana jurnalisme tetap berdiri di tengah guncangan digital.

TANJUNGPINANG — Dunia media lagi gonjang-ganjing. Perubahan datang cepat, terutama sejak AI makin sering muncul di mana-mana. Hal inilah yang di bahas oleh para anggota AMSI Kepulauan Riau dalam pertemuan wilayah kedua mereka yang diadakan belum lama ini di Tanjungpinang.

Acara itu bukan sekadar ajang ganti pengurus. Lebih dari itu, jadi ruang buat ngobrolin masa depan media. Apalagi sekarang, kerja jurnalis makin berubah. Teknologi bantu banyak hal, tapi juga bawa tantangan.

Salah satu yang angkat suara adalah M. Zuhri, Koordinator AMSI Sumatera. Dia bilang, AI memang punya sisi positif. Bisa bantu soal data, tren, atau bahkan nulis cepat. Tapi, dia juga ingatkan, yang namanya jurnalisme nggak bisa di serahkan sepenuhnya ke mesin.

“Menurut Zuhri, kecerdasan buatan hanya berfungsi membantu, bukan mengambil alih tugas jurnalis.” Ia tekankan pentingnya nilai-nilai dasar: etika, cek fakta, dan tanggung jawab sosial. Itu semua, kata dia, tetap kerja manusia.

Konferensi ini juga bahas soal gimana redaksi perlu nyesuaiin diri. Bukan cuma soal alat baru, tapi soal cara pikir baru juga. Gimana caranya tetap bikin berita yang akurat, tapi juga cepat, dan tetap di percaya.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, hadir di sana. Dia kasih apresiasi ke AMSI. Katanya, media punya peran penting, bukan cuma nyebarin berita, tapi juga bantu masyarakat paham informasi. Terutama sekarang, banyak hoaks di mana-mana.

Dia juga ajak AMSI kerja bareng dengan pemerintah, sekolah, dan pelaku industri. Tujuannya jelas — biar info yang nyampe ke masyarakat itu sehat dan benar. Bukan cuma sensasi, tapi juga mendidik.