KY Pantau Sidang Vonis ABK di Batam untuk Pastikan Kepatuhan pada Kode Etik

KY Pantau Sidang Vonis ABK di Batam untuk Pastikan Kepatuhan pada Kode Etik

beritaku24 – Sidang vonis perkara yang melibatkan anak buah kapal (ABK) di Batam tidak hanya menarik perhatian publik. Di ruang sidang itu, ada juga pengamat dari Komisi Yudisial (KY) yang ikut memperhatikan jalannya proses hukum.

Bukan sebagai pihak dalam perkara. Peran mereka berbeda. Mereka datang untuk memantau.

Komisi Yudisial memang memiliki mandat mengawasi perilaku hakim. Karena itu, ketika sidang penting di gelar—terutama yang menjadi sorotan—kehadiran tim pemantau dari KY bukan hal yang aneh.

Perkara ABK di Batam termasuk yang mendapat perhatian. Sejumlah pihak mengikuti perkembangan proses hukumnya, termasuk saat majelis hakim menjatuhkan vonis. Di titik inilah tim KY hadir di ruang sidang, mencermati jalannya persidangan dari awal sampai pembacaan putusan.

Mereka tidak ikut campur dalam proses hukum. Tidak memberi arahan, juga tidak menilai isi putusan di tempat. Fokusnya lebih pada hal yang berbeda: bagaimana hakim memimpin sidang, apakah prosedur berjalan sebagaimana mestinya, dan apakah kode etik hakim di jalankan dengan benar.

Seorang perwakilan KY menjelaskan bahwa pemantauan seperti ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan eksternal terhadap lembaga peradilan. Artinya, lembaga peradilan tidak hanya di awasi dari dalam, tetapi juga dari luar.

Selama persidangan berlangsung, tim KY mencatat berbagai hal. Prosedur sidang, cara majelis hakim memimpin jalannya proses, hingga sikap hakim di ruang sidang menjadi bagian dari pengamatan.

Catatan-catatan itu nantinya tidak berhenti di ruang sidang. Semua akan dibawa kembali sebagai bahan evaluasi internal di Komisi Yudisial.

Pengawasan seperti ini dianggap penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem peradilan. Transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan pada kode etik hakim menjadi hal yang terus di jaga—setidaknya itulah tujuan dari pemantauan tersebut.

Sementara itu, perkara ABK yang di sidangkan di Batam memang sudah lebih dulu menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak mengikuti proses hukumnya sejak awal hingga memasuki tahap vonis.

Meski mendapat sorotan, pengadilan tetap menjalankan proses persidangan sebagaimana prosedur yang berlaku. Sidang berlangsung, majelis hakim memimpin jalannya perkara, dan pada akhirnya putusan di bacakan di ruang sidang yang sama—dengan pengawasan yang juga ikut menyertai.